IndonesiaLife

Warga Kudus Mencoba Bertahan Di Tengah Bencana Banjir

Beberapa masyarakat Dusun Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, yang bertahan tidak pindah, di tengah-tengah banjir memerlukan kontribusi makanan dan sembako. Mereka kesusahan memperoleh bahan baku makanan, karena jalanan terbenang air lumayan tinggi.

Kontribusi makanan dari dapur umum, disebutkan tidak dapat memenuhi keperluan. Karena, terkadang dalam satu hari cuman memperoleh satu barangkali.

Sukainan, masyarakat Dusun Tanggulangin, RT IV, RW III, jadi salah satunya masyarakat yang masih belum ingin pindah. Dia pilih untuk selalu tinggal di dalam rumah anaknya yang telah ditinggikan. Posisinya bersisihan dengan tempat tinggalnya yang saat ini telah tergenang banjir.

Baca Juga :   Ukir Sejarah, Arab Negara Yang Pertama Mengorbit Di Mars

“Daleme kula mpun kerendem. Kula berpindah mriki, daleme putro. (rumah saya telah tergenang. Saya berpindah di sini, tempat tinggalnya anak),” ucapnya, Selasa (9/2/2021).

Sukainah dan tiga anggota keluarganya akui kadang cuman memperoleh 1x kiriman makanan dalam satu hari. Menu yang diberi berbentuk nasi, mi, dan sambal.

“Nggih pikantuk kontribusi karena sangat balai dusun. Tetapi sedinten namung setunggal. (Ya peroleh bantuan tapi satu hari cuman sekali saja),” jelasnya.

Baca Juga :   Berikut Ini Link Cek Bansos PKH 2021 Ibu Hamil dan Balita Yang Dapat BST Rp 3 Juta

Masyarakat Dusun Tanggulangin Kudus, masih bertahan di dalam rumah walau banjir masih tinggi. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula) Ia mengharap ingin ada kontribusi. Menurut dia kontribusi yang paling diperlukan keluarga yaitu kontribusi makanan.

“Paling perlu nggih daharan. Kula mboten ngungsi. Mpun ting mriki mawon (Paling perlu ya makanan. Saya tidak pindah. Di sini saja),” paparnya.

Hal seirama dikatakan Fauzul, masyarakat Dusun Tanggulangin RT III, RW III. Menurut dia keluarganya memerlukan kontribusi sembako. Disamping itu ia memerlukan pampers untuk anak-anaknya.

“Paling perlu ya sembako. Karena ingin ke luar tidak bisa disebabkan banjir. Kemarin ada kontribusi nasi buntel dari komune,” katanya.

Baca Juga :   Anak-anak Juga Bisa Dapat Bansos Rp 3 Juta Lho, Ini Kriterianya

Terpisah, Piranti Dusun Jati Wetan Moh Sugianto menjelaskan keperluan supply kontribusi makanan untuk masyarakat yang bertahan di dalam rumah memang tidak dapat bertahap. Karena faksinya terhalang kebatasan personil untuk memberikan nasi.

“Jika di balai dusun (evakuasi) dapat makan satu hari 3x. Tetapi untuk pembagian ke beberapa rumah masyarakat kami kerepotan. Saya menyadari masyarakat pilih masih tinggal di dalam rumah karena harus jaga harta bendanya,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button