Viral Kampung Miliarder Tuban, Satu Petani Punya 3-5 Mobil

Viral Kampung Miliarder Tuban, Satu Petani Punya 3-5 Mobil

by K Setiawan

Sepintas tidak ada yang lain dengan kehadiran Dusun Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Situasi pohon-pohon teduh temani sepanjang jalan ke arah dusun, seperti perkampungan biasanya.

Tetapi, beberapa hari akhir daerah ini tiba-tiba trending karena masyarakatnya bersama-sama beli mobil.

Beberapa masyarakat bak sultan baru itu mendapatkan durian roboh dari PT Pertamina karena jual tanahnya.

Perusahaan pelat merah itu membuat kilang minyak Grass Root Refinery (GRR), patungan Pertamina-Rosneft asal Rusia.

Siti Nurul Hidayatin (32) Miliader Baru di Tuban (TRIBUNJATIM/M SUDARSONO) Pembangunan dilaksanakan di tiga dusun, salah satunya Sumurgeneng, Wadung dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu.

Kepala Dusun Sumurgeneng, Gihanto benarkan, berkenaan video trending belasan mobil yang dibeli masyarakatnya secara bertepatan.

Baca Juga :   Sedih, Lays, Doritos, dan Cheetos akan Berhenti Produksi Mulai Agustus 2021

Bahkan juga, lebih dari itu semenjak diawalinya pencairan tempat oleh Pertamina sampai sekarang telah ada 176 masyarakat yang beli mobil baru.

Pembelian mobil bersama itu dilaksanakan sesudah masyarakat mencairkan dana lewat konsinyasi dari Pengadilan Negeri Tuban. Adapula yang lewat pencairan pada awal tanpa proses pengadilan.

“Mobil baru Pekan lalu ada 17 yang tiba, jika sampai saat ini telah ada 176. Semua baru,” kata Kepala desa di tempat tinggalnya, Rabu (17/2/2021).

Ia menerangkan, tipe mobil yang dibeli masyarakat bermacam jenis tipe, seperti kijang Innova, Honda HR-V, Fortuner, Pajero dan Honda Jazz.

Rerata seseorang beli satu mobil, tetapi ada pula yang seseorang membeli 2-3 mobil.

Masyarakat dusunnya ada 840 KK, sedang yang jual tanahnya untuk kebutuhan kilang minyak seputar 225 KK.

Baca Juga :   Warga Kudus Mencoba Bertahan Di Tengah Bencana Banjir

Harga yang diterima masyarakat untuk pemasaran tanah per mtr. dimulai dari Rp 600-800 ribu. Hingga pemasaran yang didapatkan masyarakat rerata capai miliaran rupiah.

“Berbagai macam untuk tipe mobilnya. Untuk pemasaran tanah sedikitnya Rp 36 juta, terbanyak masyarakat sini Rp 26 miliar, sedang ada masyarakat luar mendapatkan Rp 28 miliar. Jika rerata Rp 8 miliar,” jelasnya.

Kepala desa akui sempat pernah cemas atas rezeki nomplok yang diterima masyarakatnya, dengan mendapatkan miliaran rupiah dari pemasaran tempat.

Dia memaparkan, masyarakat yang jual tanah 90 % dipakai untuk membeli mobil, 75 % untuk membeli tanah, 50 % membangun rumah.

Sedang yang dibikin usaha sedikit.

Baca Juga :   Kisah Mbah Jariman, Terbungkuk Jual Es Cendol Demi Bisa ke Tanah Suci, Mimpi Lihat Ka'bah

Meskipun begitu, kecemasan kepala desa mulai menghilang karena masyarakat penjual tanah mendapatkan pembekalan dari Pertamina.

Pembekalan itu berkaitan pengendalian uang supaya tidak dipakai semua untuk keperluan konsumtif.

“Mulai lega, karena Pertamina telah memberi bekal untuk masyarakat yang sudah memperoleh uang jual tanah, ya supaya tidak dipakai membeli barang semua,” tandas Kepala desa.

Sekedar dijumpai, keperluan tempat untuk pembangunan kilang minyak GRR selebar 821 hektar.

Rinciannya, tempat masyarakat 384 hektar, KLHK 328 hektar dan Perhutani 109 hektar.

Investasi kilang minyak dengan nilai 16 miliar USD atau sama dengan 225 triliun itu gagasannya akan bekerja di 2026.
Kilang GRR ditargetkan sanggup produksi 300 ribu barel setiap hari.

Related Posts

Leave a Comment