Sisa Beberapa Hari Lagi Pencairan BLT UMKM/BPUM 2,4 Juta Diperpanjang hingga 18 Februari 2021, Simak Panduannya

Sisa Beberapa Hari Lagi Pencairan BLT UMKM/BPUM 2,4 Juta Diperpanjang hingga 18 Februari 2021, Simak Panduannya

by Liana Utari

Pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) lewat Bank Rakyat Indonesia (BBRI) diperpanjang sampai maksimum 18 Februari 2021. Waktu perpanjangan untuk pencairan dana BPUM ini dilaksanakan sesuai perintah Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Awalnya beberapa pelaku UMKM dapat mencairkan bantuan produktif ini sampai akhir Januari 2021. Adanya ekstensi periode pendistribusian BPUM, diharapkan warga yang menerima bantuan bisa ambil haknya di kantor BRI paling dekat lebih bebas dan masih disiplin mengaplikasikan prosedur kesehatan.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menjelaskan, beberapa yang menerima BPUM supaya selalu mengaplikasikan prosedur kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker, dan membersihkan tangan sebelum dan setelah ambil haknya di kantor BRI paling dekat. Dianya kembali mengingati ke warga untuk menghindar keramaian atau keramaian.

“Yang menerima BPUM awalnya dapat memeriksa lebih dahulu status bantuan yang diterima lewat situs https://eform.bri.co.id/bpum.” ucapnya dalam press launching yang diterima Minggu (31/1).

Jika warga telah memeriksa status kontribusinya, karena itu mereka bisa selekasnya mengontak Kantor BRI paling dekat untuk memeriksa waktu atau agenda pencairan.

Menimbang prosedur kesehatan dan menghindar terjadi keramaian, pencairan BPUM dilaksanakan secara setahap seperti tanggal yang ditetapkan.

Yang menerima BPUM dapat tiba ambil haknya dengan bawa jati diri. BRI pastikan pendistribusian BPUM dilaksanakan sesuai data yang didapat dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Baca Juga :   Bisa Daftar Online, BLT UMKM Rp 2,4 Juta Tahap 3 Segera Dibuka, Siapkan Berkas Pendaftaran Anda

Warga disarankan supaya selalu waspada dan tidak asal-asalan memberikan data pribadinya pada bermacam link (link) atau formulir pencatatan yang tidak terang sumbernya. Kehati-hatian harus dipunyai supaya data personal warga selalu terlindungi dan tidak disalahgunakan beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab. Semua info berkaitan pencairan BPUM bisa dijangkau oleh warga lewat pengujian satu pintu yaitu lewat e-form BRI (https://eform.bri.co.id/bpum).

Tiap pendistribusian BPUM yang dilaksanakan perusahaan ditanggung gratis atau tanpa ongkos apa saja. Pemberian BPUM dilaksanakan langsung pada warga yang memiliki hak tanpa lewat mediator, dan dilaksanakan 1x ke tiap yang menerima bantuan.

BRI sebagai penyalur BPUM, menyarankan supaya beberapa yang menerima bantuan menghindar layanan mediator pengurusan, karena hal itu beresiko dilaksanakan penyimpangan bermacam info atau data personal warga.

Selain dapat dicek secara online, penerima BLT UMKM juga akan diinformasikan melalui SMS oleh bank penyalur.

Setelah menerima SMS, maka penerima harus segera melakukan verifikasi ke bank penyalur yang sudah ditentukan, agar bantuan dapat segera dicairkan.

Cara cek penerima BLT UMKM program BPUM di BRI

– Kunjungi laman eform.bri.co.id/bpum.

– Masukkan nomor KTP dan kode verifikasi.

– Kemudian, klik “Proses Inquiry”.

– Setelah itu, akan muncul keterangan apakah nomor KTP tersebut terdaftar sebagai penerima BPUM atau tidak.

Jika bukan penerima BPUM maka akan muncul tulisan:

“Nomor eKTP tidak terdaftar sebagai penerima BPUM.”

Cara mencairkan BLT UMKM program BPUM di BRI

Berikut dokumen yang perlu dibawa sebagai syarat pencairan, seperti:

– Buku tabungan.

– Kartu ATM dan identitas diri.

– Penerima BPUM juga harus melengkapi dokumen terdiri dari: Surat Pernyataan, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), dan atau Kuasa Penerima dana BPUM.

Alasan Tidak Mendapatkan BLT UMKM Program BPUM

Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Nurul Rahman, mengatakan bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi para UMKM yang belum pernah mengajukan pinjaman apapun di bank.

“Bantuan Presiden untuk mikro yang Rp 2,4 juta itu mungkin masih banyak yang belum tahu kenapa susah untuk mendapatkannya.”

“Sebenarnya tidak susah. Bantuan-bantuan usaha mikro memang diperuntukkan bagi mereka yang memang belum ada akses ke bank,” ujar Nurul Rahman, dikutip dari Kompas.com.

Ia juga memastikan, UMKM yang telah mengajukan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) ke bank tidak bisa mendapatkan BLT Rp 2,4 juta.

Baca Juga :   Mudah dan Cepat, Berikut Tata Cara Pendaftaran KIP Kuliah 2021, Bebas Uang Kuliah dan Biaya Bulanan

“Jadi ini benar-benar bagi UKM yang memang selama ini tidak bisa melakukan aksesibilitasnya ke perbankan. Itu kami lakukan bantuannya melalui BPUM (Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro),” jelasnya.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Koperasi UKM (Kemenkop UKM),  Berikut cara dan syarat untuk mendapatkan BLT UMKM program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM):

Cara dapat bantuan BLT UMKM Program BPUM

Penerima BPUM hanya dapat diusulkan dan diajukan oleh pengusul Banpres Produktif untuk Usaha Mikro, antara lain:

1. Dinas yang membidang Koperasi dan UKM.

2. Koperasi yang telah disahkan sebagai Badan Hukum.

3. Kementerian/Lembaga.

4. Perbankan dan perasahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK.

Calon penerima Banpres Produktif untuk Usaha Mikro, dapat melengkapi data usulan kepada pengusul dengan memenuhi persyaratan berikut ini:

1. Nomor Induk Kependudukan (NIK).

2. Nama Lengkap.

3. Alamat tempat tinggal sesuai KTP.

4. Bidang Usaha.

5. Nomor Telepon.

Syarat penerima BLT UMKM Program BPUM

1. Warga Negara Indonesia.

2. Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK).

3. Memiliki Usaha Mikro.

4. Bukan ASN, TNI/POLRI, serta pegawai BUMN/BUMD.

5. Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR.

6. Bagi pelaku Usaha Mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha yang berbeda, dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

 

Related Posts

Leave a Comment