Cara Mengatasi Hard Disk yang Tidak Terbaca Atau Rusak

Cara Mengatasi Hard Disk yang Tidak Terbaca Atau Rusak

by K Setiawan
Cara Mengatasi Hard Disk yang Tidak Terbaca Atau Rusak

Seperti yang kita tahu, hard disk merupakan salah satu perangkat vital yang berfungsi untuk menyimpan semuda data. Bahkan, file-file sistem operasi pun juga harus disimpan dalam hard disk untuk memudahkan proses booting. Bayangkan jika suatu saat hard disk mengalami kendala sehingga tidak bisa beroperasi dengan baik.

Salah satu masalah yang umum dialami oleh hard disk yaitu tidak terbaca atau terdeteksi oleh sistem. Banyak pengguna PC desktop atau laptop (mungkin termasuk kalian) yang pernah mengalami hard disknya tidak terbaca oleh UEFI/BIOS maupun sistem operasi. Ada juga yang mengalami hard disk eksternalnya tidak terbaca oleh OS meski sudah dipasang lewat port USB.

Bagaimana jika hard disk tiba-tiba tidak terdeteksi ? Jangan panik dulu!

Berikut ini Tekno Jempol berikan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hard disk yang tidak terbaca atau tidak terdeteksi dengan baik. Yuk disimak!

Cara mengatasi hard disk tidak terbaca/terdeteksi

Kasus pertama, hard disk tidak terbaca oleh UEFI/BIOS

Jika hard disk tidak terdeteksi oleh UEFI/BIOS, sudah pasti kalian tidak bisa boot ke dalam sistem operasi. Umumnya, akan muncul pesan error semisal “No boot device” atau “No hard disk detected”. Ini artinya hard disk mengalami kendala hardware. Yang mesti dilakukan yaitu memeriksa secara langsung kondisi hard disk secara fisik.

– Matikan komputer/laptop dan pastikan tidak terhubung pada sumber listrik
– Kalian harus membongkar case komputer untuk mengecek kondisi hard disk. Pada laptop, kalian bisa membuka cover hard disk di bagian bawah.
– Pastikan semua kabel yang terhubung pada hard disk dalam kondisi yang baik.
– Pastikan juga kabel-kabel tersebut (kabel data SATA dan kabel power SATA) telah terpasang dengan benar
– Perhatikan pula jumper pada hard disk tersebut. Jumper adalah serangkaian pin konfigurasi untuk mengaktifkan fitur-fitur khusus pada hard disk. Letaknya berada di samping port kabel data. Cara mengatur konfigurasi jumper ini cukup mudah karena sudah disertakan dalam label yang melekat pada hard disk. Sebaiknya jumper ini diatur pada posisi standar/default.
– Nyalakan kembali komputer/laptop kalian

Baca Juga :   4 Aplikasi Kredit HP Online Tanpa Ribet dan Kartu Kredit

Harusnya jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan, hard disk bisa terbaca oleh UEFI/BIOS. Namun bila masih belum terbaca saat booting, ada langkah-langkah lanjutan yang dapat dilakukan

– Cabut kabel data dan kabel power
– Sambungkan kabel data pada port yang berbeda dalam motherboard, misal port 2 atau port 3.
– Jika ada, sambungkan kabel power SATA yang lain

Kemungkinan jika masih tidak terdeteksi oleh BIOS maka yang harus dilakukan yaitu memasang hard disk tersebut pada komputer/laptop lain. Jika pada komputer lain hard disk bisa terbaca di BIOS, berarti ada masalah dengan komputer yang dipakai sebelumnya, entah pada koneksi SATA atau sambungan power dari PSU. Namun, jika masih tidak terbaca juga, mungkin itu berarti hard disk rusak dan kalian harus membeli hard disk baru.

Cara serupa juga bisa diterapkan pada hard disk eksternal. Jika hard disk eksternal tidak terdeteksi, cabut kabel konektornya kemudian pasang kembali. Restart komputer untuk memastikan apakah sudah muncul dalam menu BIOS.

Kasus kedua, hard disk tidak muncul saat instalasi OS

Secara hardware, hard disk mungkin tidak bermasalah. UEFI/BIOS juga bisa mendeteksi hard disk dengan baik. Tapi, begitu dilakukan instalasi sistem operasi misal Windows 7/8/8.1/10, ternyata hard disk tidak terbaca oleh sistem operasi tersebut. Dalam hal ini, partisi hard disk tersebut tidak dikenali oleh sistem operasi yang akan diinstall.

Berikut ini cara untuk memperbaiki hard disk yang tidak terbaca

– Restart komputer/laptop tersebut
– Masuk ke menu UEFI
– Matikan fitur Secure Boot dan aktifkan mode Legacy BIOS/CSM
– Simpan perubahan dan restart untuk kembali melakukan installasi sistem operasi

Baca Juga :   Penyebab Rusaknya Hard Disk Pada Komputer dan Laptop

Pada komputer modern sudah menggunakan sistem UEFI dan didalamnya terdapat fitur Secure Boot dan Legacy/CSM. Sistem ini relatif masih baru sehingga belum didukung oleh banyak sistem operasi. Beberapa sistem operasi yang sudah mendukung UEFI diantaranya Windows 8/8.1/10, Mac OS X v10.4 dan sesudahnya, serta Linux Ubuntu 12.10 dan sesudahnya.

Dulu, pengguna OS Windows XP juga pernah mengalami hal yang sama. Sebab, saat itu Windows XP belum mendukung koneksi SATA. Agar bisa diinstal Windows XP, pengguna harus mematikan mode AHCI dan mengaktifkan mode IDE lewat menu BIOS. Jikalau ingin menggunakan koneksi SATA secara penuh, pengguna harus memasukkan driver SATA secara manual.

 

Kasus ketiga, partisi hard disk tidak terdeteksi oleh sistem operasi (Windows)

Kali ini mungkin masalah hard disk tidak terlalu serius. Partisi hard disk yang tidak terbaca oleh Windows Explorer umumnya karena ada pengaturan yang belum diset. Sistem operasi Windows mengenali partisi hard disk dengan sebuah label/drive letter. Tanpa label/drive letter ini, partisi hard disk tidak akan dikenali dan tidak terbaca oleh Windows.

Berikut ini cara untuk memberi label/drive letter pada partisi hard disk

– Klik kanan ikon Computer, pilih Manage
– Atau tekan tombol Win + R untuk membukan kotak dialog Run. Ketik compmgmt.msc kemudian tekan tombol Enter
– Pada jendela Computer Management, pilih Disk Management di bagian Storage. Akan muncul semua partisi hard disk

– Perlu diketahui, drive letter pada partisi hard disk berisi huruf abjad seperti C:, D:, E:, dan seterusnya. Secara default, label partisi hard disk menggunakan kata “Local Disk”.
– Cari partisi yang tidak memiliki drive letter. Jika partisi tersebut masih kosong, lakukan format terlebih dulu
– Klik kanan partisi tersebut, kemudian pilih Change drive letter and paths
– Klik tombol Add
– Pada opsi Assign the following drive letter akan muncul abjad drive letter secara otomatis. Kalian bisa merubah abjad tersebut sesuai keinginan. Sebaiknya tetap diurutkan sesuai abjad drive letter yang sudah ada.
– Klik tombol OK
– Klik Tombol OK
– Partisi hard disk otomatis akan muncul dalam Windows Explorer

Baca Juga :   Bahasa Pemrograman yang Mudah Dipelajari Untuk Pemula

Cara yang serupa juga bisa dilakukan pada sistem operasi yang lain, yaitu mounting drive.

Hard disk eksternal umumnya bisa langsung terdeteksi oleh Windows dan langsung muncul dalam Windows Explorer. Pada kasus hard disk eksternal yang tidak terbaca oleh Windows, lakukan cara untuk memperbaikinya berikut ini

– Cabut dan pasang kembali kabel konektornya pada port USB
– Coba pasang pada port USB yang lain
– Jika masih belum terdeteksi, coba pasang pada komputer atau laptop lain
– Pastikan kabel konektor atau konverternya dalam kondisi baik
– Kemungkinan terburuk, ganti kabel atau konverternya

Jadi, apakah hard disk kalian pernah tidak terbaca/terdeteksi ? Langkah-langkah di atas adalah jalan keluarnya. Salah satu cara agar hard disk tetap awet dan tidak mudah rusak yaitu rutin perawatan. Oh ya, untuk mengantisipasi hard disk tidak terdeteksi yaitu rutin membackup data-data penting. Kalian dapat melakukan backup data melalui layanan hosting data yang banyak tersedia.

Yuk, upgrade ke SSD

Saat ini, media penyimpanan SSD (Solid State Drive) mulai banyak digunakan. Selain punya kinerja yang jauh lebih cepat, SSD juga dianggap jauh lebih awet dan tahan lama dalam menyimpan data. Hal ini dikarenakan SSD memakai chip flash NAND sebagai wadah penyimpanan, bukan piringan magnetis seperti hard disk.

Kecepatan akses data pada SSD diklaim mampu mengimbangi performa CPU dan RAM generasi terbaru. Harapannya, SSD akan meningkatkan performa komputer secara keseluruhan. Jadi, operasional komputer akan lebih efektif dan efisien.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat….

Related Posts

Leave a Comment