Cara Bercocok Tanam Porang,Bisa Hasilkan 176 Juta Sekali Panen

Untuk Anda yang ingin mengawali budidaya porang, bersiap-siaplah untuk memperoleh hasil panen sampai lebih dari 176 juta sekali panen. Sudah pasti, ini bukanlah hal yang mengejutkan, karena komoditas porang lagi banyak dicari sekarang ini.

Budidaya porang lagi banyak dibahas karena mempunyai nilai ekonomi yang prospektif.

Karena umbi tanaman porang memiliki kandungan zat Glucomanan yang mempunyai banyak faedah di bagian industri dan kesehatan.

Mengenali Tanaman Porang

Porang (Amorphopallus muelleri) sebagai tanaman herbal yang bisa tumbuh sampai capai ketinggian seputar 1,5 mtr., tanaman ini sebagai tanaman pemroduksi umbi yang banyak hidup di rimba tropis.

Secara fisik, tanaman porang tumbuh dengan batang tunggal atau tangkai bercorak belang-belang hijau-putih. Tanaman porang cuman dapat tumbuh di bawah pohon-pohon penyangga seperti pohon jati.

Disamping itu, porang dipakai untuk pengerjaan lem dan jelly yang tahun-tahun ini di-export ke Jepang.

Usaha Porang

Tanaman porang yang hidup dilahan bebas atau rimba, sekarang ini jadi bintang yang berharga export.

Diambil dari Kementerian Pertanian, Kekuatan peningkatan porang terang besar karena Indonesia mempunyai tempat marginal yang luas, budidaya porang 2021 terkhusus untuk export.

Ini pasti jadi kesempatan usaha, utamannya untuk dulur pemula yang ingin berkembang dalam usaha agribisnis.
Salah satunya keunggulan yang dipunyai porang yakni tolerir pada lindungan di antara 40% sampai 60%.

Tanaman yang tumbuh liar tetapi mempunyai segudang kekuatan untuk ditingkatkan.

Nach untuk meningkatkan kualitas budidayanya, Anda perlu tehnis budidaya yang betul.

Langkah Budidaya Tanaman Porang Supaya Cepat Panen

Berikut point utama langkah-langkan menanam porang secara betul:

  1. Ketahui persyaratan tumbuh porang
  2. Tehnis pembibitan porang
  3. Penyiapan tempat budidaya porang
  4. Langkah menanam porang yang betul
  5. Pemupukan tanaman porang
  6. Langkah menjaga tanaman porang
  7. Ketahui gempuran hama dan penyakit pada tanaman porang

Secara lengkap dapat Anda baca tingkatan budidaya porang berikut:

1. Syarat Tumbuh Budidaya Porang

Agar budidaya tanaman porang mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya dulur perlu memperhatikan syarat-syarat tumbuh tanaman porang sebagai berikut:

A. Jenis Dan PH Tanah

Tanaman porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja. Namun untuk mendapatkan hasil yang baik, maka siapkan tanah yang gembur dan subur serta tidak tergenang air.

Selain itu, pastikan keasaman tanah berada pada pH 6 – 7

B. Kondisi Lingkungan

Tanaman porang memerlukan naungan agar pertumbuhannya baik. Tingkat kerapatan naungan minimal 40 %.

Naungan yang cocok untuk tanaman porang adalah pepohonan jenis jati, mahono, dan sono.

Baca Juga :   Cara Menanam Paprika di Pot

C. Iklim Atau Suhu

Tanaman porang mempunyai sifat khusus yaitu mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh.

Tanaman tersebut dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 700 mdpl. Tetapi ketinggian yang paling baik untuk budidaya porang adalah pada ketinggian 100 – 600 mdpl.

2. Cara Pembibitan Porang

Perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan secara vegetatif maupun generatif. Secara umum, teknik perkembangbiakan porang dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

A. Pembibitan dari Bintil atau Katak

Katak adalah bintil berwarna coklat kehitaman yang muncul pada pangkal atau tangkai daun tanaman porang. Dalam 1 kg katak berisi sekitar 100 butir katak.

Katak dikumpulkan pada masa panen, kemudian disimpan hingga memasuki musim penghujan untuk langsung ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

B. Pembibitan dari Biji atau Buah

Setiap kurun waktu empat tahun, tanaman porang akan menghasilkan bunga yang akan menjadi buah atau biji.

Satu tongkol buah bisa menghasilkan biji sampai 250 butir yang dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara disemaikan terlebih dahulu.

C. Pembibitan dari Umbi

Untuk umbi yang berukuran kecil, diperoleh dari hasil pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat sehingga perlu untuk dikurangi. Hasil pengurangan ini dikumpulkan yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bibit.

Untuk umbi yang berukuran besar, umbi dipecah-pecah sesuai ukuran yang diinginkan selanjutnya ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

3. Persiapan Lahan Budidaya Porang

Lokasi terbaik untuk budidaya porang adalah di bawah naungan pepohonan. Namun, di lahan terbuka pun porang bisa tumbuh dengan baik dan normal asalkan diberi naungan seperti paranet agar intensitas sinar matahari tidak terlalu berlebih.

Adapun persiapan lahan porang yang harus dulur-dulur lakukan adalah sebagai berikut :

  • Bersihkan lahan yang akan digunakan dari gulma dan sisa tanaman
  • Setiap 4 Ha dijadikan 1 blok dan dibuat jalan pemeriksaan selebar 2 m sebagai batas balok
  • Pemasangan ajir dengan jarak 1 m x 1 m baik untuk umbi maupun untuk katak
  • Buat jalur menggunakan cangkul selebar 0,5 m, untuk bibit yang menggunakan katak yang ditanam pada jalur yang sudah dicangkul.
  • Pembuatan lubang tanam untuk bibit yang menggunakan umbi dengan ukuran lubang sekitar 20x20x20 cm.
  • Pemberian pupuk dasar dilakukan sebelum umbi ditanam dengan pupuk bokashi sebanyak 0,5 kg/lubang yang dicampur dengn top soil, sedngkan untuk katak pupuk bokashi dicampur pada tanah sekitar ajir.

4. Cara Tanam Porang yang Benar

Dapatkan hasil maksimal dari budidaya porang dengan GDM, cek analisa usaha dari mitra kami disini

Tanaman porang paling baik ditanam ketika musim hujan, yaitu sekitar bulan November – Desember. Cara menanam porang yang enar adalah sebagai berikut:

  1. Bibit yang telah dipilih dimasukkan satu per satu ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas
  2. Untuk setiap lubang tanam diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam 1 m x 1 m
  3. Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm

5. Cara Pemupukan Tanaman Porang

Pemupukan porang terbaik adalah dengan menggunakan pupuk secara organik. Pupuk organik terbaik yang telah terbukti bisa meningkatkan hasil panen dan bisa menghasilkan panen terbesar hingga lebih dari 176 juta adalah rangkaian pupuk GDM Organik

Terdiri dari Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan, GDM SaMe Granule Bio Organic dan GDM Black BOS.

Ketiga pupuk ini adalah pupuk terbaik yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen porang.

Baca Juga :   Cara Menanam Paprika di Pot

Sebab, produk GDM Organik mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap, mengandung bakteri premium, mengandung enzime pertumbuhan dan terbukti bisa mencegah penularan penyakit, utamanya penyakit tular tanah yang dapat mempengaruhi kualitas umbi porang.

Berikut ini adalah cara pemupukan porang dengan menggunakan produk GDM Organik:

a. Persiapan Media

Jika Anda membudidayakan tanaman porang melalui biji, maka Anda perlu mempersiapkan persemaian. Berikut ini cara persiapan media persemaian pada biji porang:

  1. Persiapan media tanam perlu dilakukan 7 hari sebelum penyamaian.
  2. Campurkan GDM SaMe Granule Bio Organic kedalam media semai. Dosis yang dianjurkan adalah 10 gram/polybag.
  3. Campurkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS kedalam tangki semprot berisi air penuh. Kemudian semprotkan ke seluruh permukaan media tanam yang sudah basah dan lembab. Lakukan hingga memenuhi dosis 1 kg/ha.

Setelah media tanam dipersiapkan, kemudian diamkan media tanam agar bakteri dalam produk GDM Organik dapat bekerja dengan optimal. Dengan begitu, tanah bisa menjadi gembur dan subur.

 

b. Perendaman Benih

Sebelum dilakukan persemaian, Anda harus merendam benih yang sudah diseleksi untuk persemaian.

Perendaman benih ini bertujuan untuk menghilangkan bibit hama penyakit yang terdapat didalam benih.

Dengan begitu, benih yang akan disemaikan akan bebas dari hama penyakit. Berikut ini cara perendaman benih porang menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan:

  1. Larutkan 1 liter Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan kedalam 20 liter air kemudian aduk hingga homogen.
  2. Rendam benih porang kedalam larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan yang sudah dibuat selama 30 menit, kemudian angkat dan letakkan kedalam wadah steril.

 

c. Pemupukan Pada Masa Persemaian

Pada saat persemaian, Anda perlu melakukan pemupukan agar benih yang disemaikan bisa tumbuh menjadi bibit yang baik dan berkualitas.

Berikut ini adalah cara pemupukan pada masa persemaian:

  1. Pemupukan pada masa persemaian dimulai saat 8 hari setelah semai (HSS).
  2. Larutkan 500 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan kedalam tangki semprot berisi air penuh.
  3. Aduk hingga homogen.
  4. Semprotkan larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke seluruh bagian tanaman.
  5. Ulangi pengaplikasian setiap satu minggu sekali.
  6. Setelah benih tumbuh dan telah mengeluarkan setidaknya 2 daun sejati, maka benih siap untuk dipindah tanam.

 

d. Pemupukan Porang Pada Lahan Tanam

Setelah tanaman dilakukan pindah tanam pada lahan tanam, maka Anda harus melakukan pemupukan secara rutin.

Ini bertujuan agar pertumbuhan dan perkembangannnya optimal, sehingga bisa mendapatkan hasil panen berlimpah, bahkan lebih dari 170 juta dalam sekali panen.

Berikut ini cara pemupukan porang pada lahan tanam:

  1. Taburkan secara merata 5 gram GDM SaMe Granule Bio Organic kedalam lubang tanam pada 14 hari sebelum tanam.
  2. Campurkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS kedalam tangki semprot berisi air penuh. Kemudian semprotkan ke seluruh permukaan lubang tanam yang sudah basah dan lembab. Lakukan hingga memenuhi dosis 5 kg/ha.
  3. Pada saat hari tanam (0 HSS), lakukan pemupukan dengan menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan.
  4. Larutkan 500 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan kedalam tangki semprot berisi air penuh.
  5. Aduk hingga homogen.
  6. Semprotkan larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke seluruh bagian tanaman.

 

e. Pemupukan Porang Pada Saat Tanaman Porang Berusia 1-18 Bulan

  1. Larutkan 500 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan kedalam tangki semprot berisi air penuh.
  2. Aduk hingga homogen.
  3. Semprotkan larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke seluruh bagian tanaman.
  4. Lakukan hingga memenuhi dosis 8 liter/ha.
  5. Ulangi pengaplikasian setiap 2 bulan sekali.
Baca Juga :   Cara Menanam Paprika di Pot

Nah, itulah cara pengaplikasian Pupuk Organik GDM untuk porang. Penggunaan Pupuk Organik GDM terbukti bisa meningkatkan hasil panen porang lebih banyak dan lebih besar (berkualitas). Agar Anda bisa melihat kehebatan Pupuk Organik GDM, silahkan klik https://gdm.id/pupuk-porang/:

Berikut Adalah Pupuk Yang Digunakan Dalam Budidaya Porang :

  • Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan
  • GDM Black BOS
  • Granule Bio Organik GDM SaMe

6. Cara Merawat Tanaman Porang

  1. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang maksimal, dapat dilakukan perawatan yang intensif dengan cara penyiangan gulma.
  2. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang dapat menjadi pesaing tanaman porang dalam hal kebutuhan air dan unsur hara.
  3. Sebaiknya penyiangan dilakukan sebulan setelah umbi porang ditanam. Penyiangan berikutnya dilakukan saat ada gulma yang muncul.
  4. Gulma yang sudah disiang lalu ditimbun di dalam lubang untuk dijadikan pupuk organik.

7. Hama dan Penyakit Tanaman Porang

a. Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Porang

  • Hama yang ditemukan menyerang tanaman porang adalah belalang, ulat makasar orketti, ulat umbi araechenes dan nematoda.
  • Sedangkan penyakit umum porang adalah: busuk batang semu, layu daun oleh jamur Sclerotium sp, Rhyzoctonia sp, Cercospora sp.
  • Pengendalian nematoda jenis Heterodera sering menyerang umbi porang dapat menggunakan Carbofuran, sedangkan pengendalian penyakit dapat gunakan fungisida Ridomil dan Benlate, dan pengendalian hama dapat gunakan Basudin dan Thiodan.
  • Hama besar seperti babi hutan, landak atau tikus tidak perlu dicemaskan, karena umbi porang banyak mengandung  kalsium oksalat  yang menyebabkan muntah, gatal pada  lidah dan kerongkongan bila bagian tanaman dimakan mentah.

b. Cara Pencegahan Penyakit dan Hama Tanaman Porang

Untuk mencegah penyakit pada tanaman porang yang disebabkan oleh jamur atau bakteri pathogen yang mengakibatkan tanaman menjadi kuning, layu, kering ataupun busuk dapat diantisipasi dengan selalu rutin mengaplikasikan perpaduan GDM SAME, GDM Black Bos dan POC GDM yang mengandung unsur hara makro mikro lengkap sehingga tanaman tumbuh sehat karena antibodi tanaman meningkat.

Selain itu bakteri yang terkandung di dalamnya akan menghasilkan antibiotik yang berfungsi untuk melawan jamur dan bakteri pathogen penyebab penyakit pada tanaman.

Masa Panen Porang

  • Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai 2 tahun.
  • Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.
  • Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.
  • Ciri-ciri porang yang siap panen adalah jika daunnya telah kering dan jatuh ke tanah.
  • Satu pohon porang bisa menghasilkan umbi sekitar 2 kg dan dari sekitar 40 ribu tanaman dalam satu hektar bisa dipanen 80 ton umbi pada periode pemanenan tahun kedua.
  • Setelah umbi dipanen, kemudian  dibersihkan dari tanah dan akar. Umbi kemudian dipotong lalu dijemur, memotong umbi tersebut harus benar karena menentukan kualitas porang yang dihasilkan.

Nah, itulah cara budidaya porang agar bisa menghasilkan lebih dari 176 juta hanya dalam sekali panen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *